Akses permodalan menjadi salah satu tantangan utama bagi petani dan peternak di Indonesia, terutama yang berada di wilayah pedesaan. Kredit Usaha Rakyat (KUR) hadir sebagai solusi pembiayaan dengan bunga rendah yang disubsidi pemerintah untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mengembangkan usahanya.
Memasuki tahun 2026, pemerintah menetapkan plafon KUR sebesar Rp300 triliun dengan alokasi khusus untuk sektor pertanian yang mencapai lebih dari Rp100 triliun. Angka ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak di seluruh Indonesia.
Mengenal KUR untuk Sektor Pertanian dan Peternakan
KUR adalah fasilitas kredit modal kerja atau investasi yang diberikan oleh perbankan kepada pelaku UMKM dengan subsidi bunga dari pemerintah. Untuk sektor pertanian dan peternakan, pemerintah menyediakan skema khusus yang disesuaikan dengan karakteristik usaha tani yang memiliki siklus pendapatan berbeda dengan sektor lain.
Keunggulan KUR untuk Petani dan Peternak:
- Bunga rendah hanya 6% per tahun (efektif)
- Tidak memerlukan agunan untuk KUR Mikro (di bawah Rp50 juta)
- Skema Yarnen (Bayar Setelah Panen) untuk petani
- Tenor fleksibel hingga 5 tahun
- Proses pengajuan relatif mudah
Jenis KUR yang Tersedia untuk Petani dan Peternak
1. KUR Mikro
- Plafon: Maksimal Rp50 juta per individu atau kelompok
- Agunan: Tidak diperlukan agunan tambahan
- Cocok untuk: Petani dengan lahan kecil, peternak pemula
- Proses: Keputusan kredit di tingkat unit/cabang, relatif cepat
2. KUR Kecil
- Plafon: Rp50 juta hingga Rp500 juta
- Agunan: Diperlukan agunan tambahan
- Cocok untuk: Petani/peternak yang ingin ekspansi usaha, membuka cabang, atau peremajaan alat
- Proses: Analisis kredit lebih mendalam
3. KUR Khusus Peternakan dan Perkebunan Rakyat
- Diberikan kepada kelompok yang dikelola bersama dalam bentuk klaster
- Menggunakan mitra usaha (off-taker) untuk menjamin pasar produk
- Pembinaan teknis dari off-taker untuk meningkatkan kualitas produksi
| Jenis KUR | Plafon | Bunga | Tenor Maksimal |
|---|---|---|---|
| KUR Mikro | Hingga Rp50 juta | 6% per tahun | 5 tahun |
| KUR Kecil | Rp50 juta – Rp500 juta | 6% per tahun | 5 tahun |
| KUR Khusus Pertanian | Sesuai kebutuhan klaster | 6% per tahun | 5 tahun (dengan Yarnen) |
Syarat Mengajukan KUR untuk Petani dan Peternak
Syarat Umum:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah
- Memiliki usaha produktif dan layak
- Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan berturut-turut
- Tidak sedang menikmati kredit modal kerja/investasi dari bank lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB dengan status lancar)
Dokumen yang Diperlukan:
- KTP dan Kartu Keluarga (KK)
- Surat Keterangan Usaha (SKU) dari Kelurahan/Desa atau Nomor Induk Berusaha (NIB)
- NPWP (wajib untuk plafon di atas Rp50 juta)
- Pas foto terbaru
- Foto usaha/lahan pertanian/kandang ternak
Syarat Khusus untuk Petani:
- Memiliki lahan garapan atau sewa yang jelas
- Rekomendasi dari Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)
- Surat keterangan dari Dinas Pertanian setempat
Syarat Khusus untuk Peternak:
- Memiliki kandang yang memadai
- Hewan ternak benar-benar ada dan dirawat dengan baik
- Surat keterangan dari Dinas Peternakan
Langkah-Langkah Mengajukan KUR 2026
Cara Offline (Melalui Kantor Bank):
Langkah 1: Siapkan semua dokumen persyaratan dalam keadaan lengkap dan asli
Langkah 2: Kunjungi kantor bank penyalur KUR terdekat (BRI, BNI, Mandiri, atau bank lainnya). Untuk wilayah desa, biasanya ada Unit BRI atau Teras BRI yang bisa dikunjungi
Langkah 3: Temui Mantri (petugas lapangan) bank dan sampaikan maksud untuk mengajukan KUR pertanian/peternakan
Langkah 4: Isi formulir pengajuan kredit dan serahkan dokumen persyaratan
Langkah 5: Mantri akan melakukan survei ke lokasi usaha untuk verifikasi
Langkah 6: Tunggu proses analisis kredit dan keputusan (biasanya 3-7 hari kerja untuk KUR Mikro)
Langkah 7: Jika disetujui, tanda tangani perjanjian kredit dan dana akan dicairkan ke rekening
Cara Online (Melalui Website BRI):
Langkah 1: Buka browser dan kunjungi https://kur.bri.co.id/
Langkah 2: Jika belum memiliki akun, pilih “Daftar” atau daftar melalui akun Google
Langkah 3: Tunggu verifikasi yang dikirim melalui email
Langkah 4: Login dengan email dan password yang sudah terdaftar
Langkah 5: Klik “Ajukan Pinjaman KUR”
Langkah 6: Baca syarat dan ketentuan, centang persetujuan
Langkah 7: Isi informasi data diri lengkap (nama, NIK, alamat, nama ibu kandung)
Langkah 8: Isi data usaha (jenis usaha, penghasilan, biaya usaha, nomor rekening BRI)
Langkah 9: Unggah dokumen (KTP, surat keterangan usaha, pas foto, foto usaha)
Langkah 10: Isi nominal pengajuan dan tenor yang diinginkan
Langkah 11: Submit dan tunggu proses verifikasi dari bank
Skema Yarnen (Bayar Setelah Panen) untuk Petani
Salah satu keunggulan KUR pertanian adalah adanya skema Yarnen yang menyesuaikan arus kas petani. Dengan skema ini, petani tidak perlu membayar angsuran bulanan, melainkan membayar setelah panen tiba.
Cara Kerja Yarnen:
- Petani mendapat pencairan dana di awal musim tanam
- Selama masa tanam, petani tidak perlu membayar angsuran
- Pembayaran dilakukan sekaligus setelah panen dan hasil panen terjual
- Cocok untuk petani padi, jagung, dan komoditas dengan siklus panen tertentu
Tips Agar Pengajuan KUR Disetujui
- Pastikan usaha sudah berjalan minimal 6 bulan – Bank membutuhkan bukti bahwa usaha Anda sudah operasional
- Jaga riwayat kredit tetap bersih – Cek SLIK OJK sebelum mengajukan untuk memastikan tidak ada tunggakan
- Siapkan foto usaha yang meyakinkan – Untuk peternak, pastikan kandang terlihat rapi dan hewan ternak sehat
- Bergabung dengan kelompok tani – Rekomendasi dari Poktan/Gapoktan meningkatkan kepercayaan bank
- Jujur tentang kondisi keuangan – Jangan melebih-lebihkan penghasilan karena akan diverifikasi
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah bisa mengajukan KUR jika masih punya cicilan motor? Bisa, selama cicilan motor berstatus lancar dan bukan kredit modal kerja/investasi dari bank lain. Kredit konsumtif seperti KPR dan kredit kendaraan tidak menghalangi pengajuan KUR.
Bank mana yang menyalurkan KUR untuk pertanian? Beberapa bank yang menyalurkan KUR pertanian antara lain BRI, BNI, Mandiri, BCA, dan beberapa bank pembangunan daerah. BRI biasanya memiliki jangkauan paling luas hingga ke pedesaan.
Berapa lama proses pencairan KUR? Untuk KUR Mikro, proses bisa selesai dalam 3-7 hari kerja setelah dokumen lengkap. KUR Kecil membutuhkan waktu lebih lama karena analisis kredit lebih mendalam.
Apakah petani penggarap bisa mengajukan KUR? Bisa, selama memiliki surat keterangan dari pemilik lahan dan rekomendasi dari kelompok tani.
Bagaimana jika gagal panen? Konsultasikan segera dengan bank untuk kemungkinan restrukturisasi kredit. Beberapa program asuransi pertanian juga bisa membantu menanggung risiko gagal panen.
Disclaimer
Informasi suku bunga, plafon, dan ketentuan dalam artikel ini berdasarkan kebijakan per Januari 2026. Kebijakan bank dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Untuk informasi terbaru dan persetujuan kredit, silakan hubungi:
- Kantor cabang bank penyalur KUR terdekat
- Website resmi KUR: kur.ekon.go.id
- Dinas Pertanian/Peternakan setempat
Penutup
KUR 2026 dengan plafon Rp300 triliun membuka peluang besar bagi petani dan peternak di wilayah desa untuk mengembangkan usaha. Dengan bunga rendah 6% dan skema pembayaran yang fleksibel seperti Yarnen, KUR menjadi solusi permodalan yang sangat relevan untuk sektor pertanian. Segera persiapkan dokumen dan ajukan KUR untuk meningkatkan produktivitas usaha tani Anda.